Items filtered by date: April 2016
Tuesday, 12 April 2016 15:59

PROBIOTIK DAN PREBIOTIK

PROBIOTIK DAN PREBIOTIK

 

Probiotik adalah produk yang tersusun oleh biakan mikroorganisme hidup yang bersifat menguntungkan dan memberikan dampak bagi peningkatan keseimbangan mikroba pada lingkungan internal maupun eksternal hewan inang. Aplikasi probiotik sebagai penambahan mikroba hidup pada lingkungan memiliki pengaruh menguntungkan bagi inang melalui modifikasi bentuk asosiasi dengan inang atau komunitas mikroba lingkungan hidupnya dan meningkatkan kualitas air. Di antara strategi pengendalian penyakit pada budidaya perikanan yang banyak dilakukan dan memberikan hasil yang baik adalah melalui kontrol biologis, salah satunya adalah dengan aplikasi probiotik.

Cara kerja probiotik tergantung dari jenis bakteri yang terkandung dalam probiotik tersebut. Namun pada dasarnya probiotik yang diaplikasikan dengan cara ditaburkan kekolam memiliki tujuan sebagai bahan bioremediasi untuk menguraikan bahan pencemar yang berasal dari sisa pakan dan kotoran.
Untuk dapat bekerja sebagaimana fungsinya, bakteri yang terkandung dalam sediaan probiotik memerlukan kondisi tertentu didalam kolam lingkungannya.

Sebelum bakteri tersebut bekerja, bakteri tersebut terlebih dahulu harus mampu hidup dalam lingkungan terbuka, mampu berkembang biak dalam lingkungan tersebut dan melakukan metabolisme untuk menguraikan bahan pencemar. Untuk dapat bekerja optimal bakteri memerlukan kondisi yang memadai untuk melakukan replikasi dan bermetabolisme. Dalam lingkungan terbuka banyak hal dapat mempengaruhi kemampuan hidup dan daya kerja bakteri,misalnya guncangan pH, perubahan salinitas, fluktuasi suhu, dsb. Pada kondisi-kondisi tersebut seringkali aplikasi kultur bakteri saja tidak cukup untuk mempertahankan populasi bakteri menguntungkan dikolam.


Aplikasi bakteri pada lingkungan terbuka lebih banyak tantangan dibandingkan kultur bakteri dalam lingkungan tertutup, karena bakteri harus beradaptasi pada fluktuasi parameter air dan berkompetisi terhadap mikroorganisme merugikan yang ada pada lingkungan tersebut. Untuk meningkatkan kemampuan hidup dan daya kerja bakteri, sangat penting dalam proses aplikasi bakteri disertai dengan aplikasi prebiotik. Prebiotik merupakan senyawa komplek yang tidak dapat dicerna oleh inang maupun oleh mikroorganisme lainnya namun hanya dapat dicerna oleh bakteri probiotik tertentu. Prebiotik umumnya meningkatkan komposisi mikroba yang menguntungkan (serta meningkatkan aktivitasnya) dan mengurangi mikroba yang merugikan dalam lingkungannya.


Selain itu sangat penting untuk memperhatikan C/N rasio dan N/P rasio dalam kolam. C/N rasio dan N/P rasio sangat berperan dalam komposisi mikroflora dalam kolam. C/N rasio akan mempengaruhi komposisi plankton dan bakteri. Apabila C/N rasio dibawah 10 maka populasi plankton lebih dominan dibandingkan populasi bakteri. Sedangkan populasi bakteri akan lebih banyak pada saat C/N rasio diatas 10. Pada konsep budidaya  system bakteri heterotrof dan system bioflok sering kita temui dengan menambahkan unsur C organik berupa molasses, yang tujuannya adalah menaikan nilai C/N rasio sehingga didapatkan lingkungan yang lebih mendukung untuk kehidupan bakteri.


Sedangkan N/P rasio akan mempengaruhi komposisi jenis plankton yang dominan tumbuh di air kolam. N/P rasio diatas 20 maka lingkungan akan lebih dominan plankton diatome, sedangkan N/P rasio kisaran 10 akan lebih dominan plankton berwarna hijau (chlorella) dan N/P rasio dibawah 10 merupakan lingkungan yang kondusif untuk plankton berpigmen hijau gelap kebiruan (BGA). Untuk mengatur N/P rasio dapat dilakukan dengan cara memperkecil P dengan cara mengikat phosphate dengan senyawa pengikat phosphate Lanthanum atau dengan cara aplikasi bakteri pengikat phosphate (polyphosphate accumulating bacteria). Semakin kecil kadar phosphate maka semakin besar nilai N/P rasio.


Pada budidaya system bioflok diusahakan C/N rasio selalu diatas 10 supaya bakteri dapat lebih mendominasi populasi plankton. Apabila C/N rasio diatas 10 dan dalam lingkungan kolam ada bakteri pembentuk flok, maka system bioflok dapat terbentuk. Bakteri pembentuk flok (floc forming bacteria) secara alami sudah terdapat diperairan yang sehat, sehingga tidak perlu penambahan bakteri dari luar, cukup dengan mengatur C/N rasio saja dan flok dapat terbentuk. Namun apabila lingkungan kolam sudah banyak tercemar residu kimia dan spora bakteri pathogen maka sangat dianjurkan untuk aplikasi bakteri pembentuk flok dari luar sebagai inokulan pada tahap pembentukan flok.

Published in Others
Tuesday, 12 April 2016 15:59

PROBIOTIK DAN PREBIOTIK

PROBIOTIK DAN PREBIOTIK

Probiotik adalah produk yang tersusun oleh biakan mikroorganisme hidup yang bersifat menguntungkan dan memberikan dampak bagi peningkatan keseimbangan mikroba pada lingkungan internal maupun eksternal hewan inang. Aplikasi probiotik sebagai penambahan mikroba hidup pada lingkungan memiliki pengaruh menguntungkan bagi inang melalui modifikasi bentuk asosiasi dengan inang atau komunitas mikroba lingkungan hidupnya dan meningkatkan kualitas air. Di antara strategi pengendalian penyakit pada budidaya perikanan yang banyak dilakukan dan memberikan hasil yang baik adalah melalui kontrol biologis, salah satunya adalah dengan aplikasi probiotik. Cara kerja probiotik tergantung dari jenis bakteri yang terkandung dalam probiotik tersebut.

Namun pada dasarnya probiotik yang diaplikasikan dengan cara ditaburkan kekolam memiliki tujuan sebagai bahan bioremediasi untuk menguraikan bahan pencemar yang berasal dari sisa pakan dan kotoran.
Untuk dapat bekerja sebagaimana fungsinya, bakteri yang terkandung dalam sediaan probiotik memerlukan kondisi tertentu didalam kolam lingkungannya. Sebelum bakteri tersebut bekerja, bakteri tersebut terlebih dahulu harus mampu hidup dalam lingkungan terbuka, mampu berkembang biak dalam lingkungan tersebut dan melakukan metabolisme untuk menguraikan bahan pencemar. Untuk dapat bekerja optimal bakteri memerlukan kondisi yang memadai untuk melakukan replikasi dan bermetabolisme. Dalam lingkungan terbuka banyak hal dapat mempengaruhi kemampuan hidup dan daya kerja bakteri,misalnya guncangan pH, perubahan salinitas, fluktuasi suhu, dsb.

Pada kondisi-kondisi tersebut seringkali aplikasi kultur bakteri saja tidak cukup untuk mempertahankan populasi bakteri menguntungkan dikolam.
 Aplikasi bakteri pada lingkungan terbuka lebih banyak tantangan dibandingkan kultur bakteri dalam lingkungan tertutup, karena bakteri harus beradaptasi pada fluktuasi parameter air dan berkompetisi terhadap mikroorganisme merugikan yang ada pada lingkungan tersebut. Untuk meningkatkan kemampuan hidup dan daya kerja bakteri, sangat penting dalam proses aplikasi bakteri disertai dengan aplikasi prebiotik.

Prebiotik merupakan senyawa komplek yang tidak dapat dicerna oleh inang maupun oleh mikroorganisme lainnya namun hanya dapat dicerna oleh bakteri probiotik tertentu. Prebiotik umumnya meningkatkan komposisi mikroba yang menguntungkan (serta meningkatkan aktivitasnya) dan mengurangi mikroba yang merugikan dalam lingkungannya.


Selain itu sangat penting untuk memperhatikan C/N rasio dan N/P rasio dalam kolam. C/N rasio dan N/P rasio sangat berperan dalam komposisi mikroflora dalam kolam. C/N rasio akan mempengaruhi komposisi plankton dan bakteri. Apabila C/N rasio dibawah 10 maka populasi plankton lebih dominan dibandingkan populasi bakteri. Sedangkan populasi bakteri akan lebih banyak pada saat C/N rasio diatas 10. Pada konsep budidaya  system bakteri heterotrof dan system bioflok sering kita temui dengan menambahkan unsur C organik berupa molasses, yang tujuannya adalah menaikan nilai C/N rasio sehingga didapatkan lingkungan yang lebih mendukung untuk kehidupan bakteri.


Sedangkan N/P rasio akan mempengaruhi komposisi jenis plankton yang dominan tumbuh di air kolam. N/P rasio diatas 20 maka lingkungan akan lebih dominan plankton diatome, sedangkan N/P rasio kisaran 10 akan lebih dominan plankton berwarna hijau (chlorella) dan N/P rasio dibawah 10 merupakan lingkungan yang kondusif untuk plankton berpigmen hijau gelap kebiruan (BGA). Untuk mengatur N/P rasio dapat dilakukan dengan cara memperkecil P dengan cara mengikat phosphate dengan senyawa pengikat phosphate Lanthanum atau dengan cara aplikasi bakteri pengikat phosphate (polyphosphate accumulating bacteria).

Semakin kecil kadar phosphate maka semakin besar nilai N/P rasio.
Pada budidaya system bioflok diusahakan C/N rasio selalu diatas 10 supaya bakteri dapat lebih mendominasi populasi plankton. Apabila C/N rasio diatas 10 dan dalam lingkungan kolam ada bakteri pembentuk flok, maka system bioflok dapat terbentuk. Bakteri pembentuk flok (floc forming bacteria) secara alami sudah terdapat diperairan yang sehat, sehingga tidak perlu penambahan bakteri dari luar, cukup dengan mengatur C/N rasio saja dan flok dapat terbentuk. Namun apabila lingkungan kolam sudah banyak tercemar residu kimia dan spora bakteri pathogen maka sangat dianjurkan untuk aplikasi bakteri pembentuk flok dari luar sebagai inokulan pada tahap pembentukan flok.

Published in Others
Tuesday, 12 April 2016 11:54

Tentang Bakteri Bacillus

Tentang Bakteri Bacillus

Bacillus adalah golongan bakteri pengurai bahan organik (heterotrof) dan penghasil senyawa anti mikroba serta hasil metabolisme yang membantu proses penguraian limbah. Cara kerja bakteri bacillus dalam menguraikan limbah organik adalah dengan cara memotong ikatan polisakarida maupun ikatan peptida menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah diuraikan oleh golongan bakteri sejenis yang strain nya berdekatan. Setiap jenis bakteri bacillus bekerja dengan cara spesifik dalam memotong ikatan senyawa organik ini. Limbah pakan mengandung protein dengan kandungan asam amino yang komplek, oleh karena itu diperlukan kompleksitas spesies bakteri yang beragam. Semakin banyak macam/jenis spesies bakteri bacillus yang digunakan maka semakin efektif kerja bakteri tersebut dalam penguraian limbah yang komplek. Dari hasil analisa susunan limbah protein dari pakan mengandung 20 macam asam amino.

Protein tersebut mengandung 20 asam amino dengan berbagai macam jenis ikatan kimia (peptide, beta, gamma, alfa, kovalen, primer, sekunder, tertier, dll) yang harus dipecahkan oleh bakteri pengurai. Oleh karena itu penambahan tiga jenis bakteri bacillus saja kadang tidak cukup memberikan hasil yang diharapkan, karena untuk menguraikan ikatan kimia yang komplek itu diperlukan kerja sinergis beberapa jenis bakteri.

Bakteri bacillus banyak digunakan sebagai probiotik karena kemampuanya dalam menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat menghambat perkembangan mikroorganisme lain yang merugikan. Semua jenis golongan bacillus akan menghasilkan senyawa antimikroba ini dalam kondisi tertentu apabila ada senyawa inducer yang mampu menginduksi biosintesis senyawa antimikroba ini dalam sel nya.

Kandungan senyawa inducer ini terdapat dalam PREBIOTIK yang mengatur alur metabolisme bakteri melalui modifikasi nutrisi yang komplek. Jadi agar probiotik berfungsi maksimal maka harus dilengkapi dengan PREBIOTIK yang mengandung senyawa-senyawa inducer yang menginduksi metabolisme bakteri supaya menghasilkan metabolit-metabolit yang menguntungkan. Selain senyawa inducer, keberhasilan probiotik juga tergantung dari pH optimum spesies bakteri yang terkandung dalam probiotik tersebut. Masing-masing spesies bakteri tersebut punya karakter spesifik dan dan punya daya kerja pH optimum. Berikut adalah daya kerja pH optimum dari masing-masing bakteri sbb:

Bakteri

pH Optimum

Bacillus subtilis

7.3 – 8.1

 

Bacillus brevis

6.5 – 7.5

 

Bacillus megaterium

7.0 – 7.5

 

Bacillus polymixa

6.0 – 7.2

 

Bacillus amyloliquefaciens

8.2 – 9.7

 

Bacillus alvei

6.5 – 7.5

 

Bacillus coagulans

7.5 – 9.0

 

Bacillus licheniformis

7.3 – 8.8

 

Bacillus pumilus

8.3 – 9.8

 

 

 

 

Beberapa produk sediaan bakteri mengandung lebih dari tiga macam bakteri dengan maksud untuk mengantisipasi fluktuasi parameter kimia dilingkungan tersebut. Sehingga semakin beragam kandungan bakteri dalam suatu produk maka semakin besar kemungkinan beberapa spesies dapat bekerja optimum.

Published in Blog

Important Links

Social Icons

About Us

Adalah online shop yang bergerak di bidang marine reef , home base kami di Semarang, Jateng. Untuk keterengan lebih lanjut dapat menghubungi kami di WA +628112565464 atau silakan kontak kami  Contact Us.