Tuesday, 18 August 2015 15:14

SPESIFIKASI BAKTERI

SPESIFIKASI BAKTERI

(Non-Patogenic Organisms For Environment and Aquatic Species)

Nama Bakteri

Metabolisme, Farmakologi dan Indikasi

Bacillus subtilis

Menghasilkan enzim protease untuk menguraikan limbah protein sisa pakan dan kotoran.

Bacillus licheniformis

Menghasilkan senyawa yang menghambat perkembangan bakteri merugikan (Vibrio spp.)

Bacillus pumilus

Membantu proses nitrifikasi pada proses detoksifikasi ammonia

Bacillus polymixa

Menghasilkan senyawa polymixin yang berperan untuk  keseimbangan populasi plankton

Bacillus coagulans

Membentuk bio koagulan dan menstabilkan system bioflok dalam perairan laut

Bacillus cereus

Menghasilkan metabolt sekunder cerein yang mampu mencegah blooming plankton Blue Green Algae (BGA) dan Dinoflagellate

Bacillus megaterium

Menghasilkan senyawa antibakteri megacin yang menghambat pertumbuhan mikroba pathogen

Bacillus alvei

Membentuk biofilm untuk menstabilkan system heterotrof pada kolam budidaya

Bacillus amyloliquefaciens

Menghasilkan enzim amylase dan lipase untuk menguraikan sisa karbohidrat dan lemak dari pakan

Bacillus brevis

Menghasilkan enzim hidrolitik untuk menghidrolisis neurotoxin Vibrio spp.

Bacillus circulans

Menyerap ammonia dan memperlancar siklus penguraian limbah protein dasar lumpur

Bacillus firmus

Menghasilkan enzim hidrolitik untuk menghidrolisis racun geosmin dari BGA

Bacillus pumilus

Menghasilkan enzim proteolityc peptidase yang memutuskan ikatan peptida selubung virus, sehingga menghambat perkembangan virus

Thiobacillus denitrificans

Menetralkan racun H2S dan nitrit melalui reaksi denitrifikasi

Thiobacillus ferrooxidans

Mentetralkan racun H2S dan mengoksidasi ion besi yang menghambat respirasi dan pertumbuhan ikan

Thiobacillus thiooxidans

Mengoksidasi senyawa sulfur menjadi senyawa yang tidak beracun dan menstabilkan air

Thiobacillus novellus

Menetralkan racun H2S dalam lingkungan dasar  yang sangat asam 

Lactobacillus bulgaricus

Menghasilkan  enzim ekstra seluler seperti,endo amilase, mananase, selulase dan α-glaktosidase yang dapat memperbaiki proses pencernaan

Lactobacillus lactis

Membantu proses pencernaan, membentuk biofilm PHA, sebagai bioremediasi dan biokontrol terhadap pathogen.

Lactobacillus plantarum

Menghasilkan asam laktat dan katalase untuk memperbaiki system pencernaan ikan, memperbaiki dasar substrat secara anaerob, mencegah konsumsi oksigen  berlebihan didasar kolam/akuarium

Lactobacillus casei

Membentuk koloni-koloni bakteri menguntungkan pada dinding saluran pencernaan sehingga menghalangi infeksi penyakit

Lactobacillus acidophilus

Menghasilkan senyawa asam-asam organic yang mampu menghambat perkembangan bibit penyakit di saluran pencernaan

Lactobacillus rhamnosus

Menfermentasi bahan organik didasar tambak secara anaerob, sehingga mengurangi produksi gas-gas beracun dari dasar tambak/akuarium/kolam

Lactobacillus brevis

Menghasilkan senyawa-senyawa adjuvant polisakarida yang mampu memicu system kekebalan tubuh ikan

Published in Blog
Thursday, 30 April 2015 14:55

Tentang Bakteri Actinobacteria

Tentang Bakteri Actinobacteria

Actinobacteria

Actinobacteria adalah bakteri yang bekerja dengan cara memblokir ion phosphate, sehingga ion phosphate tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme lainnya, dalam hal ini plankton. Actinobacteria berfungsi untuk memblokir ion phosphate dalam air budidaya aquaculture yang sering bermasalah dengan blooming plankton dan serangan plankton merugikan, seperti BGA dan Dinoflagellate. Actinobacteria secara mikrobiologi digolongkan menjadi Polyphosphate-accumulating organisms (PAOs) yang dalam kondisi tertentu  mampu memblokir ion phosphate sehingga ion phosphate tidak dapat digunakan oleh plankton merugikan. Bakteri Actinobacteria di perairan mampu berkompetisi dengan plankton dalam penyerapan phosphate, sehingga akan menjaga keseimbangan populasi bakteri dan plankton dalam perairan. Walaupun secara pengukuran kadar phosphate dalam air tinggi karena pelarutan phosphate dari sumber air, namun dengan penambahan bakteri Actinobacteria secara rutin dapat menjaga kestabilan mikroflora lingkungan air laut. (Ion Phosphate dalam air) (Senyawa anhidrolyzed polyphosphate). Ion phosphate dalam air diblokir oleh bacteri Actinobacteria menjadi senyawa phosphate dalam bentuk polyphosphate yang stabil dan tidak dapat digunakan oleh alga merugikan.

 

Published in Blog
Thursday, 12 November 2015 14:43

Tentang Bakteri Thiobacillus

Tentang Bakteri Thiobacillus

Thiobacillus

Thiobacillus adalah bakteri chemototroph yang mampu menguraikan senyawa-senyawa kimia sederhana yang beracun menjadi senyawa-senyawa kimia yang tidak beracun. Thiobacillus berperan penting dalam reaksi penguraian sulfur (H2S). Ada beberapa macam spesies bakteri thiobacillus, diantaranya T. denitrificans, T. thiooxidans, T. novellus dan T. ferooxidans. Masing-masing spesies bakteri punya kerja yang spesifik, beberapa spesies thiobacillus efektif pada pH rendah dan beberapa spesies efektif pada pH tinggi.Selain itu masing-masing spesies punya fungsi tambahan yang spesifik  sbb: Thiobacillus denitrificans berfungsi menetralkan racun H2S dan nitrit melalui reaksi denitrifikasi, Thiobacillus ferrooxidans dapat mentetralkan racun H2S dan mengoksidasi ion besi yang menghambat respirasi dan pertumbuhan, Thiobacillus thiooxidans berfungsi mengoksidasi senyawa sulfur menjadi senyawa yang tidak beracun dan menstabilkan air dan Thiobacillus novellus dapat menetralkan racun H2S dalam lingkungan yang sangat asam. Bakteri thiobacillus bekerja dengan cara system reaksi oksidasi-reduksi pada senyawa-senyawa sulfur (H2S).

Senyawa H2S ada sebagai hasil proses dekomposisi bahan organik dan air laut yang banyak mengandung sulfat. Senyawa H2S ini dapat dideteksi dengan jelas pada saat melakukan pengeringan. Dasar pasir yang mengandung banyak sulfur (H2S) akan bewarna hitam dan tercium bau belerang. Kadar senyawa H2S sebaiknya di bawah 0,1 mg/l. Senyawa H2S dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, penurunan daya tahan terhadap penyakit dan meningkatnya kematian koral dan ikan.

Disamping mengkonsumsi H2S, Tiobacillus denitrificans juga menguraikan nitrat (NO3) menjadi nitrogen (N2) yang dilepas ke udara melalui proses denitrifikasi sesuai reaksi berikut:

NO3 àNO2--àNO-àN2 (N2 dilepaskan ke udara)

Sehingga dalam kondisi tertentu bakteri ini mampu berkompetisi dengan plankton dalam memperebutkan nitrat, yang berdampak pada reaksi kesetimbangan populasi plankton dan bakteri, sehingga performa air lebih stabil.

Published in Blog
Tuesday, 12 April 2016 11:54

Tentang Bakteri Bacillus

Tentang Bakteri Bacillus

Bacillus adalah golongan bakteri pengurai bahan organik (heterotrof) dan penghasil senyawa anti mikroba serta hasil metabolisme yang membantu proses penguraian limbah. Cara kerja bakteri bacillus dalam menguraikan limbah organik adalah dengan cara memotong ikatan polisakarida maupun ikatan peptida menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah diuraikan oleh golongan bakteri sejenis yang strain nya berdekatan. Setiap jenis bakteri bacillus bekerja dengan cara spesifik dalam memotong ikatan senyawa organik ini. Limbah pakan mengandung protein dengan kandungan asam amino yang komplek, oleh karena itu diperlukan kompleksitas spesies bakteri yang beragam. Semakin banyak macam/jenis spesies bakteri bacillus yang digunakan maka semakin efektif kerja bakteri tersebut dalam penguraian limbah yang komplek. Dari hasil analisa susunan limbah protein dari pakan mengandung 20 macam asam amino.

Protein tersebut mengandung 20 asam amino dengan berbagai macam jenis ikatan kimia (peptide, beta, gamma, alfa, kovalen, primer, sekunder, tertier, dll) yang harus dipecahkan oleh bakteri pengurai. Oleh karena itu penambahan tiga jenis bakteri bacillus saja kadang tidak cukup memberikan hasil yang diharapkan, karena untuk menguraikan ikatan kimia yang komplek itu diperlukan kerja sinergis beberapa jenis bakteri.

Bakteri bacillus banyak digunakan sebagai probiotik karena kemampuanya dalam menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat menghambat perkembangan mikroorganisme lain yang merugikan. Semua jenis golongan bacillus akan menghasilkan senyawa antimikroba ini dalam kondisi tertentu apabila ada senyawa inducer yang mampu menginduksi biosintesis senyawa antimikroba ini dalam sel nya.

Kandungan senyawa inducer ini terdapat dalam PREBIOTIK yang mengatur alur metabolisme bakteri melalui modifikasi nutrisi yang komplek. Jadi agar probiotik berfungsi maksimal maka harus dilengkapi dengan PREBIOTIK yang mengandung senyawa-senyawa inducer yang menginduksi metabolisme bakteri supaya menghasilkan metabolit-metabolit yang menguntungkan. Selain senyawa inducer, keberhasilan probiotik juga tergantung dari pH optimum spesies bakteri yang terkandung dalam probiotik tersebut. Masing-masing spesies bakteri tersebut punya karakter spesifik dan dan punya daya kerja pH optimum. Berikut adalah daya kerja pH optimum dari masing-masing bakteri sbb:

Bakteri

pH Optimum

Bacillus subtilis

7.3 – 8.1

 

Bacillus brevis

6.5 – 7.5

 

Bacillus megaterium

7.0 – 7.5

 

Bacillus polymixa

6.0 – 7.2

 

Bacillus amyloliquefaciens

8.2 – 9.7

 

Bacillus alvei

6.5 – 7.5

 

Bacillus coagulans

7.5 – 9.0

 

Bacillus licheniformis

7.3 – 8.8

 

Bacillus pumilus

8.3 – 9.8

 

 

 

 

Beberapa produk sediaan bakteri mengandung lebih dari tiga macam bakteri dengan maksud untuk mengantisipasi fluktuasi parameter kimia dilingkungan tersebut. Sehingga semakin beragam kandungan bakteri dalam suatu produk maka semakin besar kemungkinan beberapa spesies dapat bekerja optimum.

Published in Blog
Tuesday, 15 October 2013 00:00

TENTANG SI KECIL

TENTANG SI KECIL

Bakteri denitrifikasi adalah kelompok bakteri yang memiliki kemampuan untuk melakukan reaksi reduksi senyawa nitrat (NO3-) menjadi senyawa nitrogen bebas (N2). Pada beberapa kelompok bakeri denitrifikasi, dapat ditemukan senyawa nitrogen oksida (NO) sebagai hasil sampingan metabolisme. Proses ini pada umumnya berlangsung secara anaerobik (tanpa melibatkan molekul oksigen, O2). Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri, Pseudomonas aeruginosa, and Paracoccus denitrificans. Nitrogen bebas ini kemudian akan digunakan oleh tanaman dan mikroorganisme lain untuk menunjang pertumbuhannya.
Proses denitrifikasi merupakan salah satu dari rangkaian siklus nitrogen yang berperan dalam mengembalikan senyawa nitrat yang terakumulasi di wilayah perairan, terutama laut, untuk kembali dipakai dalam bentuk bebas. Di samping itu, reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, seperti dinitrogen oksida (N2O). 

Denitrifikasi secara umum merupakan proses reduksi nitrat (NO3) secara bertahap menjadi nitrit (NO2), Nitrouse Dioxide (N2O), Nitrouse oxide (NO), sampai menjadi N2 dalam kondisi anaerobik. Denitrifikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : kelembapan tinggi, pH netral (6,8-8,0), ketersediaan karbon, kadar oksigen terlarut dan temperatur yang tinggi.
Dalam situasi normal maka nitrogen dapat diproses menjadi bentuk amonium atau bentuk nitrat yang langsung tersedia bagi tanaman. Tetapi dalam keadaan tertentu, yaitu kalau udara dalam tanah terbatas akibat drainase jelek , atau disebabkan oleh pemakaian berlebihan dari bahan organik mentah yang bersifat mudah busuk sehingga nitrat dan nitrit yang terbentuk akan menghasilkan gas nitrogen atau hasil oksidasi lain yang akhirnya dapat menguap ke udara. Peristiwa ini terjadi dalam tanah yang dilakukan terutama oleh organisme anaerobik yang aktif dalam keadaan tanpa oksigen, dan akan terjadi reduksi. Proses terjadinya reduksi dari nitrat ke nitrit, amonia atau nitrigen bebas disebut denitrifikasi.
Apabila tanah dalm keadaan tergenang, maka oksigen didesak keluar dan proses dekomposisi berlangsung dalam keadaan anaerob. Beberapa mikroorganisme seperti Pseudomonas, Micrococcus, Bacillus, dan Thiobacillus thiopharus dalam keadaan demikian dapat mereduksi nitrat dan nitrit, memanfaatkan oksigennya.

Golongan aerobik, yaitu bakteri azotobakter yang tersebar secara meluas, ditemukan dalam tanah dengan pH 6.0 lebih, reaksi tanah ini merupakan faktor pembatas pada perkembangan dan penyebaran bakteri tersebut, memang pada pH 5 kurang dari 6.0 dapat juga hidup tetapi tidak aktif. Golongan anaerobik, yaitu golongan clostridium yang dapat lebih menyesuaikan diri pada keadaan asam dibandingkan dengan bakteri-bakteri lain dari golongan anearobik, kadang-kadang penyebarannya luas sehingga sering ditemukan di setiap jenis tanah dalam keadaan yang menguntungkan karena dapat mengikat nitrogen.

Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat dan nitrit menjadi nitrogen gas. Proses denitrifikasi berlangsung dalam kondisi anoksik, dimana bakteri yang bersifat heterotrof memanfaatkan senyawa nitrogen teroksidasi nitrat, nitrit dan sulfat sebagai aseptor elektron dalam proses metabolisme dan sintesa sel.

Proses reaksi denitrifikasi:
Populasi bakteri denitrifikasi terdiri dan berbagai jenis yang mempunyai kemampuan reaksi berbeda. Sebagian bakteri mampu mereduksi nitrat menjadi nitrit saja, sebagian mampu mereduksi nitrit menjadi gas nitrogen dan sebagian lainnya mampu mereduksi nitrat menjadi gas nitrogen secara sempurna. Bakteri fakultatif anaerobik yang berperan dalam proses denitrifikasi antara lain adalah: Achromobacter, Alcaligenes, Bacillus, Brevibactenum, Flavobacterium, Lactibacillus, Aerobacter, Micrococcus, Proteus, Pseudomona.

Denitrifikasi secara umum merupakan proses reduksi nitrat (NO3) secara bertahap menjadi nitrit (NO2), Nitrouse Dioxide (N2O), Nitrouse oxide (NO), sampai menjadi N2 dalam kondisi anaerobik. Denitrifikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : kelembapan tinggi, pH netral (6,8-8,0), ketersediaan karbon, kadar oksigen terlarut dan temperatur yang tinggi. proses denitrifikasi tidak lepas dari peranan bakteri denitrifikasi (denitrifier). Bakteri yang berperan dalam denitrifikasi umumnya merupakan bakteri anaerobik. Terdapat 3 kelompok bakteri denitrifikasi yaitu : bakteri pereduksi NO3 menjadi N2O, bakteri pereduksi NO2 menjadi N2, dan bakteri pereduksi NO3 menjadi NO2, NO, dan N2O.
Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi, yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans.

Daur Nitrogen 

Di alam, Nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa organik seperti urea, protein, dan asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti ammonia, nitrit, dan nitrat.
• Tahap pertama
Daur nitrogen adalah transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam tanah. Selain air hujan yang membawa sejumlah nitrogen, penambahan nitrogen ke dalam tanah terjadi melalui proses fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen secara biologis dapat dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan polong-polongan, bakteri Azotobacter dan Clostridium. Selain itu ganggang hijau biru dalam air juga memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.
• Tahap kedua
Nitrat yang di hasilkan oleh fiksasi biologis digunakan oleh produsen (tumbuhan) diubah menjadi molekul protein. Selanjutnya jika tumbuhan atau hewan mati, mahluk pengurai merombaknya menjadi gas amoniak (NH3) dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+). Proses ini disebut dengan amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas mengubah amoniak dan senyawa ammonium menjadi nitrat oleh Nitrobacter. Apabila oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi.
Denitrifikasi merupakan salah satu proses penting dalam reaksi penghilangan nitrat dari lingkungan tanah, dua proses lainnya adalah asimilasi oleh tanaman dan leaching. Dalam lingkungan tanah, setidaknya ada enam proses reduksi nitrat dan denitrifikasi merupakan proses yang berpengaruh nyata terhadap N dalam tanah. Denitrifikasi adalah proses respirasi bacterial, dimana electron transport posporial berangkai dengan proses reduksi nitrogen oksida (NO3-, NO2- ). 
Nitrifikasi secara biologis adalah oksidasi ion ammonium menjadi ion nitrit, serta ion nitrit menjadi ion nitrat. Selama proses oksidasi ion ammonium dan ion nitrit, oksigen ditambahkan kedalam ion-ion tersebut oleh bakteri nitrifikasi. Denitrifikasi dideskripsikan sebagai penggunaan ion nitrat atau ion nitrit oleh bakteri denitrifikasi (anaerob fakultatif) untuk mendegradasi BODc. Meskipun denitrifikasi sering dikombinasikan dengan aerob untuk menyisihkan variasi komponen nitrogen dari limbah, namun denitrifikasi berlangsung ketika kondisi anoxic (tidak ada oksigen).

Published in Blog

Important Links

Social Icons

About Us

Adalah online shop yang bergerak di bidang marine reef , home base kami di Semarang, Jateng. Untuk keterengan lebih lanjut dapat menghubungi kami di WA +628112565464 atau silakan kontak kami  Contact Us.